
MANIS Squad PT MSM: Menyalakan Api Mimpi di Sumba Timur Melalui Aksi Inspiratif
Di tengah keindahan Agrowisata Patawang, Sumba Timur, suasana pagi yang cerah pada Sabtu, 22 November 2025, dipenuhi dengan keceriaan puluhan anak-anak. Mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas, mereka berbaris rapi, penuh semangat menanti kedatangan tamu istimewa: sekelompok karyawan dari PT Muria Sumba Manis (MSM). Kelompok yang menamakan diri MANIS Squad, singkatan dari MSM Aksi Nyata dan Inspirasi Sosial, hadir membawa misi mulia: menyebarkan motivasi, inspirasi, dan harapan melalui program yang mereka rancang.
Kedatangan MANIS Squad disambut dengan sorak sorai riang anak-anak, menciptakan atmosfer hangat yang bersinergi dengan semilir angin perbukitan. Para sukarelawan perusahaan, dengan senyum ramah dan langkah penuh semangat, hadir untuk mewujudkan tema kegiatan yang sederhana namun penuh makna: "Berani Bermimpi". Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) PT MSM, sebuah perusahaan agribisnis tebu dan gula yang beroperasi di Kabupaten Sumba Timur. Selama bertahun-tahun, MSM tidak hanya berfokus pada hasil produksi gula, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. Pendidikan, budaya, lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan desa menjadi pilar utama program sosial mereka, dan MANIS Squad menjadi wadah yang secara langsung merealisasikan kepedulian tersebut.
Para karyawan MSM tidak hanya berperan di balik meja kerja, tetapi juga turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, dan membangun kedekatan emosional, terutama dengan anak-anak yang tinggal di dekat area operasional perusahaan.
"Cerita Mimpi Anak Manise": Menjelajahi Aspirasi Melalui Animasi
Sesi pertama yang dibuka dengan judul "Cerita Mimpi Anak Manise" dirancang khusus untuk anak-anak usia TK dan SD. Mereka diajak duduk manis untuk menyaksikan sebuah film animasi pendek berjudul "Nyla". Film ini mengisahkan perjalanan seorang gadis penenun asal Sumba yang memiliki impian besar untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Cerita Nyla yang berhasil memadukan kekayaan tradisi lokal dengan ambisi yang membentang luas, menjadi jembatan bagi para relawan untuk menggali lebih dalam tentang mimpi-mimpi anak-anak.
Setelah menonton, anak-anak dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Di setiap kelompok, para relawan dengan sabar membimbing anak-anak untuk berbagi tentang apa yang ingin mereka capai, apa yang mereka sukai, dan mengapa mereka memiliki keinginan tersebut. Ada yang bercita-cita menjadi guru, dokter, bahkan pilot. Sebagian lainnya mungkin masih malu-malu, namun tetap berupaya mengutarakan isi hati dan benak mereka. Interaksi ini menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan mulai memvisualisasikan masa depan mereka.
"Inspirasi Kakak Manise": Kisah Nyata Perjuangan dan Harapan
Beralih ke sesi "Inspirasi Kakak Manise", giliran siswa-siswi SMP dan SMA yang mendapatkan kesempatan berharga. Dalam sesi ini, para karyawan MSM berbagi kisah perjalanan pribadi mereka. Mereka menceritakan bagaimana mereka menempuh pendidikan, bekerja keras, menghadapi berbagai tantangan, hingga akhirnya dapat bergabung dan berkontribusi di perusahaan.
Cerita-cerita ini disampaikan dengan gaya yang ringan, tanpa nada menggurui, sehingga para siswa dapat lebih mudah membayangkan dan memahami sebuah proses perjuangan. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif, di mana para siswa didorong untuk bertanya, berbagi pemikiran, dan mengungkapkan aspirasi masa depan mereka. Di wajah mereka, terpancar rasa ingin tahu yang mendalam, semangat membara, dan keyakinan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai.
Rumah Pohon Literasi Aksara Manise: Merajut Tawa dan Pengetahuan
Sementara itu, di lokasi lain, para sukarelawan lainnya berfokus pada kegiatan di Rumah Pohon Literasi Aksara Manise. Bangunan literasi yang dibangun dengan material ramah lingkungan ini telah menjadi salah satu tempat favorit bagi anak-anak untuk membaca dan bermain. Melalui sesi "Merajut Tawa Anak Sumba", relawan MSM bersama anak-anak dan warga setempat bergotong royong membangun alat permainan sederhana yang akan digunakan oleh anak-anak.
Kegiatan membangun alat permainan ini menjadi momen kebersamaan yang hangat, diiringi obrolan santai mengenai peran rumah literasi sebagai pusat kegiatan edukatif bagi masyarakat. Selain menghadirkan kegembiraan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat rasa memiliki dan keterlibatan para karyawan terhadap program CSR yang mereka jalankan bersama perusahaan.
Apresiasi dan Dampak Positif Bagi Generasi Muda
Kehadiran MANIS Squad disambut hangat oleh masyarakat Desa Patawang. Keisya Marandimu (10), siswi SDN Satap Padamu, mengungkapkan rasa senangnya atas kegiatan tersebut. Ia mengaku, melalui cerita para karyawan dan film animasi "Nyla", ia kini merasa lebih berani untuk bermimpi. "Saya senang. Senang bisa dengar cerita dari kakak-kakak. Saya akan terus maju bermimpi tinggi," ujarnya dengan penuh semangat, sembari menambahkan bahwa ia bercita-cita menjadi dokter.
Hal senada juga dirasakan oleh Marlince Oktavianus (16), seorang pelajar SMA 2 Umalulu. Ia menganggap kehadiran tim MSM yang membawa inspirasi sebagai momentum yang sangat berharga dan langka. "Saya senang ikut acara ini karena bisa mendapatkan informasi yang baik dan mendapatkan ilmu baru. Saya jadi semakin berani bermimpi. Seperti yang disampaikan Bung Karno, gapai lah mimpimu setinggi langit. Berani bermimpi untuk raih cita-cita kita," tuturnya penuh keyakinan.
Kepala Desa Patawang, Iman Soleman, menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif program dari MANIS Squad. Menurutnya, program ini sangat mendukung visi Desa Patawang untuk menjadi desa yang sejahtera, inovatif, dan mandiri. Ia memberikan apresiasi tinggi, menyatakan bahwa "Berani Bermimpi" adalah langkah awal yang krusial, yang hendaknya diikuti dengan perencanaan matang dan tindakan nyata. Iman Soleman meyakini bahwa kebaikan hati menjadi penggerak utama gerakan ini untuk melampaui berbagai keterbatasan. "Saya optimis akan ada hasil besar yang tidak hanya berdampak bagi warga Desa Patawang tetapi juga akan menjadi contoh di luar sana. Semoga kegiatan ini tidak menjadi hal yang pertama dan terakhir," harapnya.
Putra Satgada, salah seorang sukarelawan CSR MSM, mengaku bangga dapat berinteraksi dan berbagi cerita dengan anak-anak di Desa Patawang. Ia melihat anak-anak di sana memiliki semangat yang luar biasa dan umumnya bercita-cita tinggi. "Saya sampaikan ke adik-adik, harus berani bermimpi tinggi. Mimpi itu sebagai bahan bakar untuk bergerak maju," ungkapnya. Putra juga berbagi pengalamannya sendiri, lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana dengan orang tua yang bekerja di industri perkebunan tebu. Namun, hal itu tidak menghentikannya untuk bermimpi lebih tinggi, hingga akhirnya ia bisa berkuliah di Jepang dan membahagiakan keluarganya. Ia menekankan, "Mimpi itu adalah kekuatan."
Bagi PT MSM, kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas sosial. MANIS Squad menjadi jembatan yang mempertemukan perusahaan dengan masyarakat secara lebih erat. Dalam kegiatan ini, baik karyawan maupun anak-anak sama-sama belajar bahwa kebaikan dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana, dari cerita, dari tawa, yang menjadi kesempatan untuk membangun mimpi bersama. Semangat berbagi ini menjadikan kegiatan ini sangat relevan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan generasi muda di Sumba Timur.
Saat kegiatan berakhir, anak-anak pulang dengan hati gembira, membawa pulang mimpi-mimpi yang kini menyala terang di benak dan hati mereka. PT MSM berharap, anak-anak Sumba Timur dapat terus tumbuh dengan keberanian untuk bermimpi, serta memiliki keyakinan kuat untuk mewujudkan setiap impian tersebut.