
Januari adalah waktu yang tepat untuk menetapkan rencana resolusi Tahun Baru. Terutama resolusi yang berkaitan dengan pengembangan diri atau self-improvement. Banyak orang mungkin memiliki resolusi yang terkait dengan kesehatan, seperti mengatur pola makan yang lebih baik, memperbaiki pola tidur, mengurangi konsumsi alkohol, berolahraga lebih banyak, atau bahkan menurunkan berat badan.
Nilai-nilai yang ada dalam budaya diet saat ini begitu menyebar luas. Salah satunya adalah pemujaan terhadap penurunan berat badan dan dorongan untuk mengubah bentuk tubuh. Akibatnya, seringkali muncul tekanan untuk menyesuaikan diri pada standar yang tidak realistis. Hal ini juga memunculkan asumsi bahwa tubuh yang kurus selalu berarti tubuh yang sehat.
Akibatnya, resolusi tahun baru seputar kesehatan sering kali terseret nilai yang dibentuk oleh budaya diet. Meskipun upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri ini patut diapresiasi, rasanya sangat sayang apabila tolok ukur keberhasilan kita diukur hanya oleh sekadar ukuran celana atau perut yang berotot saja.
Oleh karena itu, dalam tahun baru ini, kita sebaiknya mempertimbangkan resolusi weight-neutral dan body-neutral. Resolusi ini bertujuan untuk memprioritaskan bagaimana kita merasa dan berfungsi, baik secara fisik maupun mental, serta melihat kesehatan dengan cara yang lebih holistik.
Pendekatan weight-neutral sendiri memiliki fokus pada perilaku sehat yang bisa kita kendalikan. Antara lain seperti menjaga hubungan positif dengan aktivitas fisik dan pola makan, serta melawan stigma negatif terhadap orang yang bertubuh besar.
Pendekatan Netral atas Berat Tubuh
Pendekatan yang netral terhadap berat tubuh atau weight-neutral berkaitan dengan gerakan body-neutral. Pendekatan ini berusaha mendorong pandangan holistik atau menyeluruh atas diri kita. Termasuk di dalamnya adalah cara pandang terhadap hubungan sosial, talenta, serta minat yang kita miliki. Selain itu, gerakan ini juga mendorong kita untuk mengurangi fokus yang sempit atas penampilan fisik semata.
Pendekatan yang bepusat pada berat tubuh atau weight-centric biasanya memiliki fokus utama yang menargetkan berat badan dan penampilan tertentu. Sebaliknya, praktik weight-neutral berangkat dari pengalaman internal kita atas tubuh sendiri.
Pendekatan ini bisa berupa menambahkan aktivitas fisik untuk meningkatkan fungsi tubuh dan kesenangan pada hidup, serta mengatur pola makan yang baik agar lebih ternutrisi dan terpuaskan. Penelitian membuktikan, kerangka berpikir seperti ini dapat menghasilkan dampak positif bagi kesejahteraan kita secara menyeluruh.
Ketika kita berfokus meningkatkan kesehatan alih-alih sekadar menurunkan berat badan, peluang untuk melakukan aktivitas fisik dalam jangka panjang menjadi lebih besar. Hal ini juga tentunya dapat berpengaruh secara positif pada beberapa indikator kesehatan kita, seperti tekanan darah, kadar kolesterol, serta gula darah.
Selain itu, pendekatan weight-neutral juga dapat meningkatkan kesehatan mental, termasuk di antaranya adalah self compassion (belas kasih) dan self esteem (kepercayaan diri) yang lebih baik.
Resolusi yang Bisa Dipertimbangkan
Resolusi yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Target untuk berjalan lebih sering agar kita mampu menikmati pendakian gunung bersama keluarga dan teman saat musim panas.
- Memprioritaskan tidur, mempelajari lebih jauh terkait kebersihan sebelum tidur, serta mencoba strategi mindfulness sebagai bagian dari rutinitas tidur.
- Target body-neutral bisa berbentuk upaya untuk lebih aktif secara sosial dengan lingkungan sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan mulai berkomitmen untuk lebih sering menemui teman lama, ataupun mengikuti kelas maupun komunitas untuk menemukan teman baru. Menjadi relawan di sebuah lembaga yang memberikan tujuan yang lebih besar dalam hidup bisa juga menjadi salah satu caranya.
Budaya diet kerap membuat kita menyerahkan keputusan pada panduan dan “ahli” yang datangnya berasal dari luar diri kita sendiri. Hal ini menjelma menjadi angka grafik, rencana makan tertentu, jadwal olahraga, atau pun berbentuk aplikasi.
Tahun ini, mari lebih fokus untuk merebut kembali diri dalam proses self improvement. Tentukan apa yang membuatmu benar-benar tertarik daripada sekadar mengikuti skrip dan target yang ditawarkan oleh budaya diet yang ada.
Ketika kita memperluas perspektif lebih dari sekadar penampilan dan mempertimbangkan apa yang kita rasakan dan paling penting dalam hidup, di masa depan mungkin saja resolusi tahun baru kita justru bisa menjadi sumber energi dan antusiasme.
Jadi, berikan sedikit hadiah pada diri sendiri. Rawatlah diri secara menyeluruh untuk setahun penuh ke depan. Inilah target kita untuk tahun ini.
