Fakta Terkait Pembunuhan Ibu Kandung oleh Bocah SD di Medan
Kasus pembunuhan ibu kandung oleh seorang bocah SD di Medan, Sumatera Utara, telah menggemparkan masyarakat. AL (12), pelaku yang masih duduk di kelas 6 SD, diketahui membunuh ibunya dengan 20 tusukan pisau. Motif utamanya disebut berasal dari pengaruh adegan game online dan serial animasi.
Pengaruh Game Online dan Serial Animasi
Menurut penyidik, AL terinspirasi dari berbagai konten yang ia tonton dan mainkan. Ia sering memainkan game yang menggunakan pisau serta menonton serial anime yang menampilkan adegan pembunuhan. Salah satu serial yang sering ditontonnya adalah DC episode 271, yang menampilkan adegan menggunakan pisau. Selain itu, AL juga kerap memainkan game Murder Mystery, yang menampilkan sesi "kills others" menggunakan pisau.
Latar Belakang Emosional
Motif pembunuhan AL tidak hanya berasal dari pengaruh media, tetapi juga dari kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Ia merasa sakit hati karena kakaknya dipukuli oleh korban menggunakan sapu dan tali pinggang. Selain itu, ayahnya diancam menggunakan pisau, dan game online yang sering dimainkannya dihapus.
Selain itu, AL juga sering dicubit oleh ibunya. Hal ini membuatnya merasa kesal dan memiliki rasa marah terhadap ibunya. Meski awalnya hanya berpikir untuk melukai korban, ia tidak memiliki kesempatan hingga akhirnya pada tanggal 10 Desember 2025, sekitar pukul 04.00 - 05.00 WIB, ia tiba-tiba terbangun dan memandangi korban yang tidur di sampingnya.

Adegan Pembunuhan
Saat itu, Faizah Soraya, ibu AL, tidur di kasur atas bersama pelaku. Anak pertamanya, yang tidur di kasur bawah, terbangun karena tubuh ibunya terjatuh ke tubuhnya akibat tusukan. Kakak AL langsung merampas pisau dari tangan AL dan membuangnya. Namun, AL kembali ke dapur untuk mengambil pisau kecil dan mencoba masuk kembali ke kamar. Saat itu, kakaknya berusaha menutup pintu, sehingga pisau kecil tersebut terjatuh.
Setelah itu, kakak AL berlari ke lantai dua untuk memanggil ayahnya. Saat diperiksa, Faizah Soraya masih hidup dan meminta dipanggilkan ambulans. Ia meminta minum dan meminta didudukkan. Ayah dan kakaknya menyenderkan korban ke lemari, lalu menelepon rumah sakit Colombia. Saat ambulance datang, korban dinyatakan meninggal dunia.
Penyebab Baju Dibuka
AL mengungkap alasan mengapa ia membuka bajunya sebelum melakukan aksinya. Menurutnya, tujuannya agar tidak terkena darah jika ada luka yang menodai bajunya.
Tindakan Polisi
Pelaku diamankan dalam keadaan masih memiliki darah di kedua tangannya. Polisi juga menemukan dua bilah pisau dapur, baju tidur, seprei, dan celana dalam pelaku yang terdapat bercak darah.
Cara Mencegah Kecanduan Game
Dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa penggunaan gadget tanpa pengawasan ketat dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan mental anak. Ia memberikan beberapa tips untuk mencegah adiksi game dan konten porno:
- Menjadi contoh atau teladan: Anak cenderung meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh sekaligus pembatasan penggunaan gadget di lingkungan keluarga.
- Menyediakan waktu luang: Memberikan waktu luang untuk anak dapat mengalihkan perhatian mereka dari layar gadget. Orang tua bisa menemani aktivitas anak seperti bermain di luar rumah.
- Membuat aturan yang jelas dan konsisten: Orang tua tidak selamanya bisa melarang anak menggunakan gadget, tetapi bisa membuat aturan ketat tentang usia, waktu penggunaan, dan aplikasi yang boleh diakses.
- Menggunakan aplikasi pengawasan orangtua: Aplikasi ini bisa membantu mengontrol penggunaan gadget, situs yang dikunjungi, dan game yang diinstal.
- Memfasilitasi aktivitas fisik: Aktivitas fisik di luar rumah dapat membantu mengalihkan anak dari gadget dan konten berbahaya. Orang tua bisa mengajak anak berolahraga, bermain dengan teman, atau melakukan hobi bersama-sama.