Harta Kekayaan Munjirin, Wali Kota Jaktim Beri Hadiah Hafithar yang Viral Tempuh 70 Km ke Sekolah

Erlita Irmania
By -
0

Kisah Hafithar, Bocah yang Berjuang untuk Sekolah

Hafithar adalah bocah berusia 8 tahun yang tinggal di kawasan Jakarta Timur. Setiap hari, ia harus menempuh jarak sejauh 70 kilometer hanya untuk bisa masuk sekolah. Perjalanan ini dilakoninya sendirian menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Tangerang ke SDN Klender 04, Jakarta Timur. Keberaniannya dan semangatnya dalam menempuh perjalanan panjang ini membuat banyak orang terkesan.

Banyak orang memperhatikan kisah Hafithar, termasuk Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin. Ia merasa terharu dengan tekad bocah tersebut. Akibatnya, Munjirin memberikan hadiah berupa perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, dan seragam. Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan Hafithar agar pendidikannya tetap lancar.

Harta Kekayaan Wali Kota Jakarta Timur

Munjirin, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Timur, memiliki harta kekayaan yang cukup besar. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode tahun 2024, total hartanya mencapai Rp1.494.172.937.

Berikut rincian harta kekayaan Munjirin:

  • Tanah dan Bangunan: Totalnya mencapai Rp3.073.500.000
  • Tanah dan bangunan seluas 118 m²/110 m² di Tangerang: Rp800.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 172 m²/300 m² di Tangerang: Rp2.100.000.000
  • Tanah seluas 196 m² di Kuningan: Rp70.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 483 m²/50 m² di Banyumas: Rp103.500.000

  • Alat Transportasi dan Mesin: Totalnya mencapai Rp1.075.000.000

  • Motor Yamaha NMax tahun 2017: Rp17.000.000
  • Motor Honda PCX tahun 2018: Rp13.000.000
  • Mobil Honda HR-V 1.SL E CVT SE tahun 2023: Rp410.000.000
  • Motor Kawasaki Versys 650 CC tahun 2013: Rp125.000.000
  • Mobil Toyota Fortuner 2.8 VRZ tahun 2022: Rp510.000.000

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp7.500.000

  • Surat Berharga: Rp0

  • Kas dan Setara Kas: Rp80.799.008

  • Harta Lainnya: Rp0

Total keseluruhan harta kekayaan Munjirin adalah Rp4.236.799.008, setelah dikurangi hutang sebesar Rp2.742.626.071, maka total harta kekayaan yang dimilikinya adalah Rp1.494.172.937.

Latar Belakang Karir Munjirin

Munjirin telah lama berkarir di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Ia mulai bekerja sejak tahun 1994 dan terus berkembang dalam dunia pemerintahan. Sebelum menjadi Wali Kota Jakarta Selatan, ia pernah menjabat sebagai Staf Urusan Pemerintahan di Kelurahan Srengseng hingga menjadi Kepala Sub Seksi Pelayanan Umum.

Karirnya terus melesat hingga akhirnya menjadi Wakil Lurah, Lurah, dan Sekretaris Kecamatan. Ia juga pernah menjabat sebagai Camat di beberapa kecamatan, seperti Pancoran dan Kebayoran Lama.

Pada tahun 2017, Munjirin ditugaskan sebagai Kepala Suku Dinas Kehutanan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Setelah itu, ia juga menjabat sebagai Kepala Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional hingga tahun 2019.

Di masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Munjirin diberi amanat untuk menjabat sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan hingga tahun 2021. Setelah itu, ia menjabat sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan hingga sekarang.

Selama berkarir di pemerintahan, Munjirin pernah meraih penghargaan SLKS 20 Tahun dari Presiden RI tahun 2015, dan juga penghargaan Masa Kerja 15 Tahun dari Gubernur DKI Jakarta di tahun 2009.

Upaya Memindahkan Hafithar ke Sekolah Baru

Mengetahui kondisi Hafithar yang harus menempuh jarak jauh ke sekolah, Munjirin langsung mengambil tindakan. Ia memastikan bahwa Baznas Bazis Jakarta Timur memberikan perlengkapan sekolah kepada Hafithar.

Orang tua Hafithar sebenarnya ingin anaknya pindah sekolah karena lokasi kerja mereka berpindah ke Tangerang. Namun, Hafithar tetap ingin bersekolah di SDN Klender 04. Untuk membantu anak tersebut, Munjirin melakukan pendekatan kepada guru, camat, dan lurah tempat Hafithar bersekolah.

Pihak sekolah sepakat untuk memindahkan Hafithar ke sekolah di dekat rumahnya di kawasan Tangerang. Proses pemindahan ini akan dilakukan pada tahun ajaran baru. Saat ini, Hafithar tinggal di tempat kerabat orangtuanya di kawasan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Perjuangan Ibu Hafithar

Di balik kemandirian Hafithar, ada perjuangan ibunya yang menjadi alasan utama kepindahan mereka. Awalnya, Hafithar tinggal bersama ibunya di kawasan Klender, Jakarta Timur, yang dekat dengan sekolah. Namun, setelah ayah Hafithar meninggal dunia saat usianya lima tahun, sang ibu harus mencari pekerjaan.

Ibunda Hafithar akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di wilayah Tangerang. Karena harus ikut bekerja, Hafithar pun ikut pindah ke Tangerang dan tinggal di kontrakan.

Meskipun tinggal di Tangerang, Hafithar tetap rajin bersekolah. Ia tidak pernah terlambat datang ke SDN Klender 04, bahkan meski harus menempuh perjalanan jauh menggunakan KRL.

Hafithar Siap Pindah Sekolah

Awalnya, Hafithar menolak untuk pindah sekolah karena masih nyaman di SDN Klender 04. Namun, setelah dibujuk oleh orang tua dan pihak sekolah, ia akhirnya setuju untuk pindah. Plt Kepala SDN Klender 04, Dwiyanti Lestari, menyatakan bahwa Hafithar akan pindah sekolah ke wilayah Bogor atau lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal barunya pada Desember 2025 mendatang.

Selama menunggu proses pindah sekolah, Hafithar tinggal menumpang di rumah seorang teman sekolahnya bernama Gibran yang masih berada di wilayah Kecamatan Duren Sawit. Dengan demikian, Hafithar tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh menggunakan KRL dari tempat tinggal barunya di kawasan Bogor.

Dwiyanti menuturkan bahwa selama menempuh pendidikan di SDN Klender 04, Hafithar termasuk anak yang baik dan berani. Ia juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk keagamaan. Hafithar sudah hafal Iqra dua atau tiga, yang menunjukkan semangat belajarnya yang luar biasa.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default