Ayah Tiri Alvaro Tersangka Pembunuhan, Kakek Terkejut

Erlita Irmania
By -
0
Ayah Tiri Alvaro Tersangka Pembunuhan, Kakek Terkejut

Hilangnya Alvaro Kiano: Dari Pencarian Penuh Harap Menjadi Tragedi Mengerikan

Perjuangan panjang seorang kakek mencari cucunya yang hilang, Alvaro Kiano Nugroho (6), berakhir pilu. Bocah yang dilaporkan hilang sejak Maret 2025 dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, hanya menyisakan kerangka di wilayah Bogor, Jawa Barat. Dugaan kuat mengarah pada penculikan dan pembunuhan, dengan ayah tiri korban, yang diinisialkan AI, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabar mengejutkan ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama kakek korban, Tugimin. Beliau mengaku tak pernah menyangka bahwa sosok AI yang selama ini ia kenal sebagai pribadi yang baik, bahkan kerap mengajak Alvaro bermain dan membeli makanan di akhir pekan, ternyata menyimpan niat jahat. Kebaikan yang dipamerkan AI kini terasa bagai pengkhianatan yang menusuk hati.

"Saya itu enggak sangka, ternyata kebaikan dia itu hanya ibaratnya ya buat kedok saja," ungkap Tugimin dengan nada sedih, mengenang momen-momen yang kini terasa penuh kepalsuan.

Dinamika Keluarga yang Tak Terduga

Di balik senyum AI, terungkap adanya perselisihan yang terkadang melibatkan Tugimin. Pemicunya seringkali sepele, yakni ketika Arumi, istri AI sekaligus ibu Alvaro, tidak mengangkat telepon dari suaminya. AI akan meminta bantuan Tugimin agar Arumi mau merespons panggilannya. Namun, menurut Tugimin, Arumi kerap merasa terganggu karena AI menelepon berulang kali saat ia sedang bekerja.

"Jadi, kalau nelpon itu enggak cukup hanya sekali, kadang-kadang jarak beberapa menit, sering ditelepon. Jadi, mungkin si Arum itu ya, merasa kesal lah, namanya lagi kerja diganggu," jelas Tugimin.

Tragisnya, AI, yang kini menjadi tersangka utama, justru tampil sebagai sosok yang simpatik dan aktif membantu keluarga dalam proses pencarian Alvaro yang memakan waktu berbulan-bulan. Ia bahkan kerap menemani Tugimin menyusuri berbagai daerah, termasuk hingga ke Bogor, mengikuti setiap petunjuk yang muncul.

"Bapak tirinya itu juga ikut membantu mencari. Misalkan, ‘Pak, saya mau ke daerah Bogor, katanya ada informasi ke Bogor, suruh nelusurin Jalan Raya Bogor sampai terminal sampai Stasiun,’ nah itu nyari berdua sampai malam baru pulang," tutur Tugimin, menggambarkan betapa lihainya AI dalam memainkan peran.

Aksi pura-pura ini terus berlanjut. Tugimin menambahkan, AI telah berkali-kali diperiksa oleh pihak kepolisian, namun selalu berhasil mengelak dan menyembunyikan fakta sebenarnya mengenai nasib Alvaro.

Titik Terang: Penangkapan Tersangka

Kerangka jasad Alvaro akhirnya ditemukan di sekitar Kali Cilalay, Tenjo, Bogor. Titik terang dalam kasus yang menyita perhatian publik ini baru muncul setelah polisi berhasil mengidentifikasi dan menetapkan AI alias Alex Iskandar, ayah tiri korban, sebagai tersangka.

Setelah melalui proses interogasi, AI akhirnya mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi terakhir di mana jasad Alvaro ditemukan. Penyidik kemudian bergerak menuju kawasan Tenjo, Bogor, dan menemukan jasad Alvaro dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Tugimin sempat merasakan firasat tak enak ketika mengantarkan dokumen tambahan untuk keperluan penyelidikan. Ia mendengar bisikan para penyidik yang mengindikasikan bahwa pelaku penculikan cucunya berada di Mapolres Jakarta Selatan. Ketika ia mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada penyidik, ia hanya mendapatkan jawaban ambigu.

“Saya curiga ada omongannya menjurus ke pelaku itu tadi, ada omongan ‘Oh dia belum tahu,’ terus langsung diem. Pas saya mau pulang, saya salaman dengan penyidik, ‘Pak memang pelaku ada di sini?’ ‘udah’ begitu aja, terus saya pulang,” ungkap Tugimin.

Saat ini, AI telah diamankan pihak kepolisian. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap motif pasti, kronologi lengkap penculikan, serta penyebab kematian tragis bocah berusia 6 tahun tersebut. Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, telah membenarkan bahwa ayah tiri Alvaro adalah pelaku utama dalam kasus penculikan yang berakhir dengan kematian ini.

Jejak Pencarian yang Penuh Harapan Semu

Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun, dilaporkan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025, dari kawasan Pesanggrahan. Selama delapan bulan terakhir, ibundanya, Arumi, tak henti berjuang mencari putranya.

Keluarga Alvaro diketahui telah lama bercerai. Ayah kandung Alvaro saat ini tengah menjalani hukuman terkait kasus narkoba di Lapas Cipinang, sementara ibundanya telah menikah lagi.

Menurut penuturan kakek korban, Tugimin (71), awal mula hilangnya Alvaro bermula ketika seseorang mengaku sebagai ayah Alvaro mendatangi masjid tempat Alvaro sedang menunaikan salat. Informasi ini baru diketahui Tugimin tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang, dari marbut Masjid Jami Al Muflihun.

"Itu ada orang datang, ditanya sama marbut, 'Pak, cari siapa?' 'Cari anak saya. Alvaro katanya kalau shalat di masjid sini.' 'Itu ada anaknya di atas.' Kata marbut begitu," ungkap Tugimin.

Namun, marbot masjid tidak dapat memastikan wajah pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro tersebut.

Setelah salat Maghrib, Alvaro tak kunjung pulang. Awalnya, Tugimin tidak merasa curiga karena cucunya kerap bermain sepak bola hingga malam hari. Kecurigaan baru muncul sekitar pukul 21.30 WIB ketika Alvaro belum juga pulang.

Tugimin segera mendatangi lokasi terakhir Alvaro terlihat dan juga teman-teman bermainnya, namun upayanya belum membuahkan hasil. Sayangnya, CCTV di lokasi terakhir Alvaro terlihat dalam kondisi rusak, menyulitkan proses penyelidikan awal.

Pihak kepolisian pun telah mengumpulkan keterangan saksi dari keluarga dan pengurus masjid, serta berencana meminta keterangan dari ayah kandung Alvaro. Karena panik, Tugimin melaporkan kejadian ini ke Polsek Pesanggrahan. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/1186/B/III/2025/PMJ/Res Jaksel.

Melalui berbagai kanal, poster orang hilang Alvaro terus disebarluaskan. Berbagai informasi dari warganet diterima, namun belum ada yang membuahkan hasil pasti.

"Berbagai informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, dan melalui DM Instagram, HP aduan Kapolsek selalu kami dalami tetapi belum membuahkan hasil," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murdoch.

Pencarian Alvaro bahkan telah diperluas hingga ke Cilegon, Banten, dan Batam, Kepulauan Riau, setelah menerima petunjuk dari warga. Polisi telah mendatangi lokasi-lokasi tersebut, namun jejak Alvaro belum juga ditemukan.

"Setiap informasi masuk, kami pasti dalami tapi belum membuahkan hasil. Dari informasi di Batam, Kepri, Cilegon, Banten, sudah kami datangi," kata AKP Seala Syah Alam, Kapolsek Pesanggrahan.

Kini, harapan keluarga yang membuncah selama berbulan-bulan telah pupus, digantikan oleh duka mendalam atas hilangnya nyawa Alvaro Kiano Nugroho secara tragis.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default