Bacaan Injil Katolik 30 November 2025: Renungan Harian yang Lengkap

Erlita Irmania
By -
0
Bacaan Injil Katolik 30 November 2025: Renungan Harian yang Lengkap

Bacaan Injil Katolik Minggu 30 November 2025

Minggu 30 November 2025 merupakan Hari Minggu Adven I, yang dirayakan sebagai perayaan Santo Andreas Rasul. Dalam liturgi gereja Katolik, warna ungu digunakan untuk menggambarkan kesedihan dan harapan sekaligus. Bacaan injil hari ini memberikan renungan mendalam tentang kesiapan hati dan kepercayaan terhadap Tuhan.

Bacaan Pertama: Yesaya 2:1-5

Dalam bacaan pertama, kita diberitahu bahwa Tuhan akan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan-Nya yang damai abadi. Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, “Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu.”

Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9

Ref. "Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita."
Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau." "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."
Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku-mohonkan bahagia bagimu.

Bacaan Kedua: Roma 13:11-14a

Keselamatan sudah dekat pada kita.
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba.
Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil: Mzm 85:8

Ref. Alleluya.
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

Bacaan Injil: Matius 24:37-44

Berjaga-jaga dan siap siagalah!
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua.
Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Karena itu, hendaklah kamu juga siap sedia, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
“Hiduplah Siap Sedia: Saat Tuhan Datang di Tengah Rutinitas”

Ketika Yesus berbicara tentang kedatangan-Nya kembali, banyak orang pada zaman itu dan bahkan kita sekarang mungkin membayangkannya sebagai suatu peristiwa spektakuler di langit. Namun, Injil hari ini (Matius 24:37–44) justru membawa kita kepada sesuatu yang sangat sederhana namun mendalam: kesadaran untuk selalu siap dalam keseharian.

Yesus berkata bahwa kedatangan Anak Manusia akan seperti pada zaman Nuh: orang makan, minum, kawin, dan mengawinkan semua berjalan seperti biasa sampai air bah datang. Tidak ada tanda khusus yang membuat mereka waspada, karena mereka sibuk dengan rutinitas. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang bertindak di tengah kehidupan mereka.

Kita pun sering seperti itu. Kita terjebak dalam kesibukan modern: bekerja, membalas pesan, menghadiri rapat, mengejar target, merencanakan masa depan. Semua baik, tapi bila kita kehilangan kepekaan terhadap kehadiran Allah di baliknya, kita hidup seperti orang yang “tidur rohani.”

Yesus mengingatkan: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”

Makna “Siap Sedia” dalam Iman Katolik

Dalam konteks iman Katolik, siap sedia bukan berarti hidup dalam ketakutan, tetapi hidup dalam kesadaran penuh akan kasih Allah setiap hari. Kesiapsediaan bukan soal waktu, tetapi sikap hati hati yang terbuka, rendah, dan beriman.

Santo Yohanes Paulus II pernah berkata, “Kita dipanggil untuk berjaga, bukan karena takut akan masa depan, tetapi karena kita percaya bahwa Allah datang untuk menyelamatkan.” Maka, berjaga bukanlah menanti dalam cemas, tetapi menanti dalam cinta.

Berjaga di Tengah Dunia Modern

Mungkin kita tidak akan mendengar terompet malaikat hari ini. Tetapi mungkin Tuhan mengetuk hati kita lewat hal-hal kecil: seorang teman yang meminta waktu untuk didengarkan, orang miskin di pinggir jalan yang menatap minta belas kasih, panggilan untuk memaafkan yang masih kita tunda. Siap sedia berarti peka terhadap sapaan Tuhan dalam hal-hal sederhana.

Bukan hanya menunggu “akhir zaman,” tetapi hidup penuh kasih setiap hari sebagai bagian dari perjalanan menuju surga.

Kedatangan Tuhan Adalah Saat Kasih Menyapa

Yesus datang bukan untuk menakutkan kita, tetapi untuk menyapa dan menyelamatkan. Ketika kita hidup dalam kasih, dalam kesetiaan kepada-Nya, sesungguhnya kita sudah siap, kapan pun Ia datang. Kita tidak perlu takut terhadap “hari Tuhan,” karena hati yang hidup dalam cinta selalu siap menyambut-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu berjaga dan siap menyambut-Mu dalam setiap hal kecil di hidupku. Jangan biarkan aku tertidur oleh kesibukan dunia, tetapi bangunkan aku dengan Roh-Mu agar hatiku senantiasa terbuka bagi kasih-Mu. Amin.

Refleksi Hidup

Apakah aku masih peka terhadap kehadiran Tuhan dalam keseharianku?
Adakah hal yang membuatku “tertidur” secara rohani — kesibukan, kebiasaan, atau rasa takut?
Bagaimana aku bisa lebih siap menyambut Tuhan hari ini?

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default